Rangkuman Tulisan dan Pemikiran Seorang Victor Silaen (VS)

Victor Silaen’s Page

Testimoni

Victor Silaen di Mata Mereka!


Victor Silaen, seorang pengamat, peneliti, dan dosen Ilmu Politik yang sudah aku kenal selama lima tahun. Berbekal pengetahuan politik nasional yang telah ia timba selama studi dan selama menjadi editor Jurnal Sociae Polites, tentang berbagai topik, saya percaya, dia tidak akan menjadi politikus yang egois dan dogmatis, tapi akan menjadi pelayan publik yang terbuka bagi kritik, dan terbuka untuk menjajaki hal-hal baru, bidang-bidang baru, dan solusi-solusi baru, buat kemaslahatan umum, bukan untuk memperkaya diri sendiri, keluarga, dan kawan-kawannya sendiri.

Percayakanlah padanya, untuk menjadi anggota DPD dari DKI Jaya. Saya jamin, anda tidak akan menyesal.

George Junus Aditjondro, Ph.D
Pengamat dan peneliti sosial, dosen tamu Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta


Ilmuwan paripurna memadukan integritas ilmiah, kompetensi profesi, dan solidaritas sosial, itulah jalan yang dirintis Bung Victor Silaen
dengan tulisan, penelitian, dan kepeduliannya terhadap ketidakadilan
sosial-ekonomi-politik terutama kepada publik yang dimarjinalkan.
Intelektual publik yang membela kepentingan publik, itulah jalan hidup
yang dipilih Bung Victor Silaen.

M. Fadjroel Rachman
Ketua Pedoman Indonesia, penulis dan aktifis politik


Untuk menjadi negarawan bukanlah jalan mudah bagi seseorang. Kenegarawanan adalah kunci bagi seseorang untuk mendedikasikan diri secara paripurna dalam kehidupan politik. Victor Silaen adalah intelektual yang menentukan pilihannya secara jernih, mencalonkan diri menjadi wakil rakyat melalui Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Kejernihan dan kematangan inilah yang membedakannya dengan yang lain. Modal ini sangat potensial untuk tidak terseret ke praktik politik tanpa nilai dan pemihakan pada yang tertindas. Juga, modal untuk mampu menahan godaan pragmatisme politik, seperti beberapa intelektual lain yang terseret korupsi. Bekal ini seharusnya menjadi alasan bagi publik memilih Victor Silaen.

Salam
HENDARDI
Ketua Badan Pengurus SETARA Institute, Jakarta

Sejujurnya, sebagai seorang akademisi, saya tidak ingin abang saya ini pergi ke DPD. Mengapa? Dengan produktivitas yang tinggi dalam hal menulis, mengajar dan meneliti, saya prediksikan Victor Silaen akan mencapai derajat guru besar dalam waktu yang tidak terlalu lama. Namun demikian, nampaknya permasalahan bangsa yang akut dewasa ini membuat Victor harus berpikir sejenak untuk tidak hanya mengejar target pribadi saja. Mengutamakan kepentingan bangsalah yang nampaknya menjadi concern Victor belakangan ini.
Jadi, pada Victor, terdapat situasi yang amat berbeda dibanding (konon) para caleg DPR dan DPD. Apabila mereka diindikasikan mencari pekerjaan dengan mencoba peruntungan sebagai caleg, Victor justru sebaliknya. Terhadap orang yang sengaja mengorbankan kepentingan diri sendiri untuk memikirkan hal yang lebih besar, tegakah kita tidak mendukungnya?

Salam,
Prof. Drs. Adrianus Meliala, MSi. MSc. Ph.D
Kriminolog Universitas Indonesia


Victor Silaen, seorang intelektual muda yang berusaha tampil dan memaparkan visi misinya pada setiap forum. Usaha yang tak pernah melelahkannya. Kemampuannya mengurai masalah secara jernih merupakan modal yang membuat para pendengarnya mudah memahami masalah dalam perspektif yang digunakannya. Dalam banyak forum, percakapan, dan tulisan, sangat jelas bahwa Victor memiliki bakat moral untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat banyak.
Sebagai warga gereja, Victor Silaen mampu juga menjelaskan keterpanggilannya untuk mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat dan gereja dalam perspektif kristianitas. Tidak banyak orang mampu melakukan hal seperti itu.

Victor Silaen rupanya memiliki banyak pergaulan dan jaringan personal, bahkan juga terlibat dalam banyak organisasi Kristiani. Semua ini merupakan kawasan memperkayanya guna melaksanakan tugas panggilannya sebagai warga gereja. Kegelisahannya terhadap masalah yang dihadapi bangsa, Negara, dan gereja mendorongnya untuk tetap berusaha masuk dalam struktur negara. Victor yakin bahwa negara (khususnya di Indonesia) berperan penting dalam menuntaskan permasalahan bangsa. Oleh karena itu Victor ingin memberikan kontribusi yang penting terhadap negara dalam menuntaskan masalah kemiskinan, penindasan, diskriminasi, ketidakbebasan, dan lainnya.

Sekarang, dalam momen politik yang penting, yaitu Pemilihan Umum, Victor Silaen ingin tampil sebagai wakil daerah DKI. Ini sebuah niat suci, terutama jika dikaikan dengan fakta, betapa pentingnya perjuangan di parlemen untuk merumuskan kebijakan Negara. Maka tidak salah jika pemilih memberi suara kepada Victor Silaen pada Pemilu yang akan berlangsung. Memilih Victor Silaen berarti ada wakil yang dapat dipercaya dan memiliki kapasitas untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat di daerah di parlemen.

Selamat berjuang sahabat. Kibarkan Panji-panji Kristus untuk menegakkan keadilan, kedamaian, cinta kasih, dan persaudaraan.

Salam Juang
Johny Nelson Simanjuntak
Komisioner Komnas HAM (2007-2012)


Victor Silaen, selamat atas pencalonannya! Semoga dengan berbekal pada kompetensi, pengalaman politik, tujuan yang luhur dan hati yang mulia, Anda dapat membawa bangsa Indonesia kepada kondisi yang lebih baik lagi.
Semoga sukses dalam pencalonan sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari DKI Jakarta dan dapat memberikan kontribusi secara nyata kepada masyarakat.

Salam
Dr. A.B. Susanto
Managing Partner THE JAKARTA CONSULTING GROUP


Sekilas Koh Victor ini kaya orang Tionghoa. Tapi, namanya kok pakai marga Silaen ya? Tapi yang penting buat saya sih bukan dia orang apa, agamanya apa, melainkan kualitas dan integritasnya, juga konsistensinya dalam menyuarakan kepentingan kelompok-kelompok minoritas yang sering tertindas di negeri tercinta ini seperti yang sudah dimuat di berbagai media massa selama ini. Apakah itu tentang SKBRI, agama yang diakui dan tidak diakui, kebijakan-kebijakan yang diskriminatif, kolom agama pada KTP yang seharusnya dihapus, dan lain sebagainya.
Maju terus Koh Dr. Victor Silaen. Semoga sukses menjadi anggota DPD.

Salam
Aggi Tjetje, SH, MA
Ketum DPP Majelis Agama Buddha Mahayana Indonesia
Rektor Institut Agama Buddha Nasional


Saya lebih mengenal Victor Silaen melalui tulisan-tulisannya di milis. Victor Silaen, seorang yang berhati pelayan, yang sangat dibutuhkan rakyat negeri ini untuk menjadi wakilnya di Senayan.
Salam sukses
Ir. Basuki Tjahaya Purnama, MM (A Hok)
Bupati Belitung Timur (2005-2007)


Betapapun politik semakin tidak memberi harapan di negeri ini, tetapi kita tidak boleh bersikap pesimis, apatis, dan sinis. Kali ini optimisme kita terwakili dalam diri Dr. Victor Silaen. Semoga TUHAN menguatkan dia berjuang di panggung politik yang dikenalnya dengan sangat baik.
Salam sejahtera,
Mr. Ethos JANSEN H. SINAMO
Direktur Institut Darma Mahardika
www.institutmahardika.com; B. http://jansen-sinamo.blogspot.com/


Sukses Bung Victor…….Moga-moga ente bisa nimbrung benahin Jakarte yg udah nggak jelas juntrungannye mau dikemanein……
Mat Solar “Bajuri”


DPD perlu orang-orang yang memberdayakan lembaga tersebut, baik dengan memperjuangkan peningkatan kewenangan DPD maupun dengan mengoptimalkan kerja para anggotanya.

Untuk itu, orang seperti Dr Victor Silaen sangat tepat mengisi DPD.

Andrinof A. Chaniago
Peneliti dan Pengamat Kebijakan Publik


Hi Victor, aku sangat mendukung kamu untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPD. Aku sangat yakin akan kemampuanmu, baik secara intelektual maupun pribadi. Seorang Politisi harus mempunyai keterpanggilan untuk perubahan masyarakat yang lebih tertata, terbuka dan terdidik.

Aku berharap Victor dapat menyuarakan dan mengkontrolnya secara baik. Dan aku percaya anda BISA. Semoga Tuhan Memberkati.
MAJUUU…

Salam
Krisnina Akbar Tandjung
Ketua Yayasan Warna Warni Indonesia


Kalau percaya bahwa Demokrasi adalah jalan terbaik, yakin bahwa Civil Society adalah kekuatan konstruktif untuk membangun keadaban, berpendirian bahwa Pluritas Indonesia adalah berkah yang harus dirayakan…
Maka, PILIH Victor Silaen, Caleg DPD No.40. Victor akan bekerja keras untuk demokratisasi, penguatan Civil Society dan merajut Pluralisme Indonesia, khususnya ibukota DKI Jakarta.

Pdt. Sylvana Apituley
Pemerhati masalah sosial budaya, Dosen STT Jakarta sejak 1997, aktif di gerakan perempuan dan dialog lintas iman, komisioner Komnas Perempuan 2007-2009


Dr. Victor Silaen yang terhormat,

Selamat atas terpilihnya Bung Victor sebagai Caleg DPD (independen) dari DKI Jakarta. Saya yakin, Tuhan Yesus Kristus yang memilih dan mengutus Bung Victor untuk menjadi terang di kancah politik dan sosial Indonesia, khususnya DKI Jakarta.

Saya sepenuhnya mendukung Bung Victor, dan selalu mendoakan kiranya pengabdian ini membawa pencerahan bagi daerah yang mengutus khususnya, dan menjadi kemuliaan bagi Kristus.

“Bersama Yesus lakukan perkara besar.”

Salam dan doa
Magdalena J. Daluas
Presenter Senior TVRI


Salam sejahtera, saya mendoakan semoga Saudara Victor Silaen sukses dalam pencalonan dan pemilihan sebagai anggota DPD Jakarta.

Kewajiban sebagai anggota DPD adalah untuk mengabdi rakyat. Bukan demi kepentingan diri sendiri. Prinsip ini harus terus dipegang, bukan saja ketika mencalonkan diri, melakukan kampanye, tetapi lebih-lebih lagi ketika terpilih nanti. Kekuasan dibutuhkan untuk melayani, bukan demi kekuasaan itu sendiri.

Saya mendoakan saudara Victor agar diberi kekuatan di dalam menjalani masa-masa yang menegangkan ini.

Salam
Pdt. Dr. Andreas A. Yewangoe
Ketua Umum PGI


Saya mengenal Bapak Dr. Victor Silaen, bermula dari dunia pendidikan. Beliau menjadi dosen di STT Apostolos, seorang yang sederhana, egaliter, memiliki pendirian sangat kokoh. Perhatiannya terhadap masalah-masalah sosial sangat terbeban dan kritis dalam hal-hal ketidakadilan.

Sebetulnya Bapak Dr. Victor Silaen sudah pantas menjadi pendeta kalau dilihat dari pikiran teologianya, seorang rohaniwan yang rendah hati, menurut saya sangat pantas untuk mewakili umat Kristen di DPD.

Pdt. DR. K.A.M. Jusufroni
Ketua STT Apostolos
Gembala Sidang GKA (Gereja Kemah Abraham)


Dear bro. Dr. Victor Silaen,

Doa dan harapan saya, kiranya Tuhan memberkati perjuanganmu melalui DPD yad. Jadilah pemenang, seperti namamu.

Saya semakin yakin bahwa kita harus lebih banyak terlibat dalam perjuangan bangsa ini. Masalah bangsa kita adalah masalah kepemimpinan. Itu, bukan masalah ketidakmampuan, tapi terutama masalah MORAL. Hal itu secara gamblang kita ikuti melalui berbagai media massa. Karena itu, kehadiran orang yang bermoral dan mampu, sungguh sangat dibutuhkan untuk membangun republik ini bersama dengan rekan-rekan lain yang juga sedang berjuang. Selain itu, tentu sangat dibutuhkan orang-orang yang memiliki visi dan misi yang sangat jelas bagi kemajuan bangsa.

Saya kira, masalah bangsa Indonesia tidak akan dapat diatasi oleh orang-orang oportunis, yang mendadak menjadi seorang ‘nasionalis’, ‘idealis’. Padahal, sebelumnya, sepak terjangnya mengecewakan. Permasalah bangsa yang sedemikian kompleks hanya mungkin diatasi oleh barisan orang-orang yang bermoral jujur, mampu, serta dengan tekun, rela membayar harga demi mewujudkan visi dan misi bagi kemajuan bangsa Indonesia tercinta.

Kiranya Tuhan memberkati perjuanganmu, sehingga diberikan kesempatan untuk bekerja sama dan bekerja keras bersama dengan mereka yang dengan tulus dan hati-nurani yang murni memperbaiki taraf hidup puluhan juta rakyat Indonesia yang hidup miskin dan menderita.

Pdt. Mangapul Sagala, Th.D
Staf Senior Perkantas


Victor Silaen yang saya kenal adalah seorang cendekiawan yang setia di bidangnya. Sebagai seorang yang ahli dalam bidang ilmu sosial dan politik, dia tak terjebak menjadi manusia teoritis, tapi hadir nyata dalam realita pergulatan bangsa ini lewat tulisan, seminar, bahkan dalam kelas sebagai seorang dosen. Pemikirannya tajam, analitis dan kritis.

Kehadirannya lewat lembaga swadaya masyarakat (LSM) membuat dia mendarat dalam berbagai isu yang ada. Perpaduan kariernya sebagai wartawan senior, pembicara seminar yang handal, dosen yang cerdas, dan aktivis LSM, membuatnya amat sangat pantas duduk di DPD.
DPD baginya bukanlah pelarian seperti kebanyakan politisi atau calon dadakan, melainkan pengabdian atas dasar kemampuan dan pengetahuannya yang sangat memadai. Jejak kariernya adalah fakta yang tak terbantah. Viktor Silaen bersama dengan saya telah melahirkan Tabloid REFORMATA yang kini eksis menjadi barometer informasi umat Kristen di Indonesia.

Pdt. Bigman Sirait
Pendiri Yayasan MIKA, sekolah unggulan di pedesaan Kalimantan Barat. Pendiri Yayasan PAMA, yang menyiarkan program rohani melalui 28 radio dan televisi. Pendiri tabloid Kristen dwimingguan REFORMATA


Saya mengenal Saudara Victor Silaen sebagai individu yang memiliki integritas. Saat ini dibutuhkan figur-figur yang memiliki integritas dalam menduduki posisi-posisi strategis, termasuk DPD. Terlalu banyak kita dicekoki oleh tingkah pola para pejabat publik dan elit politis yang hanya berpikir bagi kepentingan diri atau kelompoknya. Saya percaya Saudara Victor Silaen berkehendak dan mampu menentang arus: mengutamakan kepentingan bersama, terutama di tengah makin runtuhnya spirit kebangsaan kita dengan menguatnya arus sektarianisme dewasa ini.

Saya berdoa bagi Victor Silaen dalam upayanya memperjuangkan kepentingan bersama lewat kursi DPD. Semoga Tuhan berkenan.

Salam
Pdt Gomar Gultom
Sekretaris Eksekutif Bidang Diakonia PGI


Pencalonan Victor Silaen menjadi anggota DPD membuat kita semua yakin: bahwa orang-orang yang sederhana namun sungguh-sungguh bisa membentuk realitas politik di negeri ini. Seperti Obama, politik juga adalah proses sederhana yang dimulai dengan tekun di tempat sehari-hari. Dan dalam diri Victor Silaen, kita yang memang hidup sehari-hari dengan biasa-biasa ini merasakan bahwa suara kita akan sungguh dapat ia bawa ke medan hidup yang lebih luas lagi.

Dr. Martin Lukito Sinaga
Aktifis “inter-faith”, pengajar di institusi Teologi dan Filsafat di Jakarta


Kenapa kok kalau bicara DPR/DPRD hampir selalu cerita “buram”? (korupsi, manipulasi, asusila, nepotisme negatif, aji mumpung, dsb). Banyak sebab, salah satunya bisa jadi karena orang-orang yang “pantas” malas masuk ke lembaga yangg “terhormat” ini, sehingga yang terjadi masuklah orang-orang yang ”tidak pantas”.

Sama dengan kisah semak duri jadi raja dalam kitab Hakim-hakim. Ketika itu pohon ara, pohon zaitun, dsb, menolak jadi raja. Yang bersedia hanya semak duri. Jadilah semak duri jadi raja, dan terbakarlah hutan.
Maka, saya merespon amat sangat baik pencalonan Pak Victor Silaen masuk ke lembaga ini (DPD). Saya kenal beliau sebagai orang yang punya integritas, pintar, analisisnya terhadap realitas ”area perpolitikan” tajam, dan tulus. Karena itu sebagai anggota masyarakat luas, saya berterima kasih, Pak Victor sebagai orang yang pantas, mau berlelah untuk masuk ke lembaga ini. Thank, Pak.

Ya, sudah saatnya ”lembaga-lembaga terhormat” negeri ini diisi orang-orang yang memang pantas; baik secara intelektual, maupun moral — bukan orang-orang yang “kebetulan” (kebetulan artis, kebetulan saudaranya atau anak cucunya mantan pejabat anu, kebetulan punya uang, dsb).

So Pak Victor, selamat berjuang. Pencalonan ini baru awal. Semoga jadi awal yang baik untuk bapak menjadi saluran berkat bagi negeri ini.

Pdt. Ayub Yahya
Penulis buku-buku rohani

Btw,
angka 40 di Alkitab angka keramat loh…
40 tahun bangsa Israel di padang gurun
40 hari Tuhan Yesus di padang gurun
40 hari Tuhan Yesus naik ke sorga setelah kebangkitannya, dsb :)

Pdt. Ayub Yahya
Penulis buku-buku rohani


Ha-ha-ha…. boleh juga tuh inspirasinya, asal jangan untuk “Ketik REG Spasi Primbon” lho ya… (Victor Silaen)


Buat Bang VICTOR,

Kita adalah insan-insan pengembara di dunia belantara kata-kata, Bang. Kata yang dapat merupakan afirmasi positif, kata yang dapat mengubah dirinya sendiri menjadi mantra-mantra yang menggugah seperti tulisan-tulisan Anda, yang menggambarkan pemahaman serta pikiran dan wawasan yang luas, jernih.

Satu yang begitu berkesan bagi saya, yaitu, wacana tentang “mengapa kolom agama pada KTP tidak dihilangkan saja.”

Maju terus, Bang. Anda pantas untuk itu, ANGGOTA DPD NO 40 WAKIL DKI. Izinkan saya mengutip kata-kata JOHN WESLEY: “Do all the good you can, by all the means you can, in all the ways you can, as long as ever you can.”

Salam hangat, salam budaya
Dra. Yvonne De Fretes, MA
Penulis Sastra, Dosen, Pemerhati Dunia Buku dan Minat Baca
Ketua Umum Wanita Penulis Indonesia
www.yvonneart-edu.blogspot.com


Surat elektronik dari Rev. Dr. Leonard Siregar. M.TH tentang Victor Silaen

Rekan-Rekan sebangsa dan setanah air,
Salam sejahtera,

Bersama ini saya memberikan dukungan kepada Dr. Victor Silaen agar dipilih menjadi Anggota Dewan Perwakilan Daerah-Republik Indonesia. Visi dan Misi DR. Victor Silaen dalam memperjuangkan keadilan dan kebenaran sesungguhnya sudah tersirat di dalam tulisan2/artikel2ny a yang dimuat di beberapa media massa terkemuka di Indonesia.

Terutama konsepsi pemikirannya tentang otonomi daerah sangat dibutuhkan bagi perjalanan NKRI ke masa depan.Saya sebagai seorang, theolog dan juga ilmuwan (study dan lulus S. 2 dan S. 3 di USA) yang berdomisili di Amerika Serikat setelah membaca beberapa karya tulis/artikelnya tsb di atas, berkeyakinan bahwa DR. Victor Silaen memiliki kapasitas dan potensi yang sungguh memadai bagi jabatan tsb. Saya juga berharap, khususnya bagi Saudara-Saudari di tanah air kiranya memberikan dukungan kepada DR. Victor Silaen.

Harapan saya DR. Victor Silaen setelah terpilih nanti, dapat melaksanakan tugasnya sebagai Patriot yang berjuang bagi kepentingan bangsa dan negara berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi, khususnya bagi daerah yang diwakilinya.

Upland-California, 29 Juni 2008
Rev. DR. Leonard Siregar, M. Div, M. Th.

Rekan2 GPIB,
Sebagai seorang penulis yang berpotensi sekaligus sebagai seorang ahli sosial politik,m DR. Victor Silaen ingin membaktikan talenta dan ilmu pengetahuan yang dimilikinya bagi nusa dan bangsa secara lebih konkret melalui DPD DKI Jakarta.

Lebih banyak orang Kristen yang involve dalam lembaga negara tentunya lebih baik. Lebih banyak orang Kristen yang berjuang menegakkan keadilan dan kebenaran melalui lembaga negara tentunya lebih baik.

Tentunya juga, akan berjuang bagi kepentingan segenap lapisan masyarakat, tanpa memandang suku, agama maupun status sosial.

Mendukung sesama rekan Kristen, selayaknya kita lakukan. Siapa pun dari kalangan gereja (orang Kristen) yang memilki kapasitas dan potensi yang memadai selayaknya kita dukung. Kiranya Tuhan Yesus Kristus beserta kita sekalian.

Salam kami
Rev. Leonard Siregar.

Catatan:
Bila ingin mengetahui tentang Leonard Siregar lebih lanjut, melalui www.Youtube. com Di Search ketik ICRC ARCADIA.


Kepada yang terkasih,

Saudara, sahabat, teman, adik, abang, kakak, mas, mbak, bapak dan ibu-ibu sekalian. Ketika surat sampai kepada anda, mungkin diantara anda ada yang sedang dilanda apatisme dan kekecewaan yang amat sangat di dalam bernegara Indonesia. Ah kawan, sesungguhnya hal itu sangatlah wajar. Seperti respon salah seorang teman, “Ah! Indonesia ma nggak bisa diapa-apain lagi! Ngapain sih capek-capek ngumpulin KTP? Repot banget!” Mungkin anda pun memiliki respon yang sama.

Menanggapi respon tersebut di atas, maka saya akan berkata, ”Indonesia tanah air beta. Disanalah tempat lahir beta, dibuai dan dibesarkan bunda. Tempat berlindung di hari tua. Sampai akhir menutup mata.” Anda yang memilih tinggal menetap di luar negeri pun, darah orang Indonesia tetap mengalir di dalam tubuh anda.

“Jika listrik di rumah anda masih menyala, jika pasar-pasar tradisional masih hidup, itu karena masih ada orang-orang baik di negeri ini yang bekerja keras untuk mempertahankannya. ” Itu pernah dikatakan oleh Pande Raja Silalahi tentang negeri kita yang seharusnya sudah collapse karena dilanda krisis. Jadi teman, jangan frustrasi, masih ada orang baik dan mencintai negeri ini. Hanya, mungkin mereka tidak punya kesempatan sebagai pengambil kebijakan di negeri yang kita cintai ini. Mari kita dukung mereka untuk menjadi pemimpin kita.

Anda memang mempunyai hak untuk menjadi golput pada Pemilu 2009 nanti, tapi saya memilih untuk tidak menjadi golput. Saya percaya, di antara bakal calon yang akan saya pilih, pasti ada orang baik.

Nah…, nanti salah seorang calon kontestannya adalah Victor Silaen. Beliau akan mencalonkan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mewakili DKI Jakarta. Saya belum bisa mengatakan kepada anda bahwa dia adalah orang baik, namun melalui tulisan-tulisannya saya bisa melihat betapa beliau mencintai Indonesia dan sangat memberikan kontribusi untuk perbaikan negeri ini.

Saat ini, Victor Silaen sangat membutuhkan dukungan anda melalui tanda tangan dukungan dan KTP. Paling lambat tanggal 10 Juli nanti, 4000 KTP itu sudah harus ada. Jika anda menerima surat ini pada tanggal 2 Juli, maka waktu untuk bekerja hanya tinggal 8 hari saja. Sangat singkat! Oleh karena itu mohon kiranya perkenanan anda yang memiliki KTP DKI dan yang punya sahabat atau sudara yang punya KTP DKI membantu agar secara administratif beliau bisa lolos menjadi calon. Ini baru syarat menjadi calon. Pada 2009 nanti, beliau masih harus bertanding dengan para kontestan lain.

Di sini saya kirimkan di attachment surat ini formulir dukungan beserta tanda tangannya. Jika anda berkenan, dapatlah kiranya membantu mencari 10 orang saja atau kalau boleh lebih untuk mengisi formulir ini dan mengirimkannya ke alamat-alamat ini:

  1. Andry Pakan, HP: 0813-81190060; email: lingselo@indosat. net.id
  2. Gurgur Manurung, HP: 0813-99388257; e-mail: gurgurmanurung@ yahoo.com; urgurmanurung@gmail.com
  3. Jhonni Tuerah, HP: 08121070112
  4. Pdt. Polo Situmorang, HP: 0812-8085409
  5. Victor Silaen, HP: 0811-862409, e-mail: victor.silaen@ yahoo.com, victorsilaen@ gmail.com

Oh ya, pada kolom 6 di formulir dukungan, anda juga harus mencantumkan nama kelurahan serta RT/RW tempat anda tinggal. Bagi anda yang tidak dapat menerima attachment, silahkan download formulirnya di http://www.esnips.com/web/Filetransfer/

Untuk mengetahui lebih banyak tentang Victor Silaen anda juga dapat klik nama Victor Silaen di google, atau anda dapat juga kunjungi www.victorsilaen.com, atau download facebook.com kemudian ketik alamat kurniafoe@gmail. com di addressnya

Akhir kata, agar nantinya anda tidak merasa memilih kucing dalam karung, berikut ini saya turut lampirkan profil Victor Silaen seta beberapa email beliau termasuk surat-surat pujian dari orang-orang yang mendukungnya.

Atas perhatian dan perkenanan anda saya haturkan terima kasih.

Salam kasih
Venny Damanik


Andry Pakan (Seorang wiraswasta yang sangat mencintai Indonesia):

Salah satu yang berkesan buat saya tentang bro Victor adalah ketika dia
menginisiasi semacam seminar untuk membantu gereja-2 yang mengalami tekanan/penindasan sehubungan dengan SKB tahun lalu. Saya menghadiri pertemuan tsb dan melihat para pendeta yang hadir merasa puas dan tahu kepada siapa meminta bantuan (konsultasi dan advokasi ) kalau menghadapi tekanan-2 kalangan Islam radikal sehubungan dgn SKB. Tentang hal ini, selain bantuan advokasi, rasanya kita juga perlu membangun suatu bantuan bentuk lain, yaitu memanfaatkan hubungan baik dengan beberapa kiai/ustadz yang kita kenal menghargai pluralisme dan anti penindasan yang berkedok agama.


Saurlin PS
(Mahasiswa program master di Belanda)
<:

Cool…..analisis macam-macam terhadap Bang Vic..heheee. .. seorang teman (yang lumayan terkenal) pernah bilang ke saya (ini belum pernah kubilang secara langsung kepada orangnya,, tapi jadi teringat lantaran banyak yg ngomong soal abang yg satu ini hehee, kalau bang vic mau tanya orangnya via japri heheee

jika tidak kenal dengan dia, dia dikira orang Cina…
jika berkawan dengan dia, dia dikira orang Jawa…
jika diskusi dengan dia, nah baru keliatan, dia orang Batak….

maaf Bang Victor…no offended ya..heheee..
‘jika’ yang pertama pasti tidak ada yang meragukan itu, cobalah ketemu dia… jika yang kedua, karena lebih suka mendengarkan temannya ngomong, kecuali diminta memberikan pikiran.. dan jika yang ketiga,ini persoalan prinsip….heheeee. .keras dan tak ada ampun….

salam dari jauh..
(Belanda)


Gurgur Manurung (Mahasiswa Program Doktoral di UNJ):

Ketika aku mundur mengingat ke belakang, kapan saya mengenal Dr. Victor Silaen? Aku hampir lupa. Pastinya, saya menyebut dia sebagai guru. Dia guru saya menulis. Berbagai training bagaimana menulis telah saya ikuti. Tetapi hasilnya gagal.

Ketika saya sudah bosan untuk ikut kursus menulis, ada undangan untuk ikut training menulis. Narasumbernya adalah Drs. Victor Silaen, MA. Beliau belum menjadi doktor ketika itu. Saya tertarik lagi mengikuti training menulis, karena saya mengikuti tulisan Dr. Victor Silaen di Suara Pembaruan, Sinar Harapan, Reformata, Narwastu Pembaruan, dan hampir semua media Kristen ada tulisannya. Hebat betul bang Victor ini pikirku. Kapan waktunya kepada keluarga? Kemungkinan, dia tidak harmonis dengan keluarganya, akibatnya menulis sebagai pelampiasan. Tapi, tulisannya selalu menyangkut keadilan dan integritas. Dan, bagi saya tulisannya memilki roh untuk mengobrakabrik pikiran saya. Sesungguhnya, siapa dia dan bagaimana keharmonisan keluarganya?

Harap maklum, sebab orang-orang yang saya kenal aktivis dan sangat terkenal banyak keluaraganya amburadul, minimal tidak harmonis dengan istrinya. Sebab, bagi saya, jika seseorang populer tetapi dia tidak memiliki keluarga harmonis bagi saya tidak layak saya sebut sebagai tokoh. Bagi saya, seorang tokoh harus memiliki keluarga yang layak diteladani.

Setelah pelatihan bagaimana menulis, saya dekati beliau dan menyampaikan kegagalan demi kegagalan kualami dalam menulis. Dr. Victor Silaen meminta saya akan mengirim sebuah tulisan kepadanya dengan tema Iman Kristen dan Masa Depan Lingkungan. Sekitar tiga hari setelah saya kirim, beliau mengatakan tulisan saya bagus dan akan dimuat di tabloid Reformata. Dimana beliau sebagai pemimpin redaksinya. Dan, dia bilang menulis terus dan jangan pernah puas. Kamu Gur memiliki potensi besar untuk menulis. Waktu demi waktu, tulisanku selalu dikomentari dan diujung suratnya selalu ditulis menulis terus ya. Dan, setiap buku baru yang menurutnya bagus selalu diberikannya padaku. Entah berapa puluh buku yang telah diberikannya. Termasuk jurnal politik Sociae yang dipimpinnya. Dan, beberapa kali saya meresensi buku yang diberikannya padaku.

Mengapa dia baik padaku? Apakah dia baik juga kepada orang lain? Setelah saya tanya rekan-rekan aktivis, semua berpendapat bahwa Dr.Victor Silaen orang yang peduli dengan generasi muda. Terbukti dia menjadi narasumber yang sering dipanggil rekan-rekan aktivis. dan, beliau konsisten sebagai inisiator kegiatan-kegiatan yang menyangkut masa depan gereja dan bangsa tercinta.

Berkat dukungan dan keteladanan yang dia berikan, kini saya rata-rata menulis 2 buah artikel di media massa seperti Suara Pembaruan, Sinar Harapan, Seputar Indonesia, Jurnal Nasional, Batak Pos dan berbagai media dan buletin. Aku teramat senang ketika dia menulis surat kepadaku bahwa dia bangga dengan tulisan-tulisanku.

Dan, aku teramat bangga ketika melihat keharmonisan keluarganya. Aku mengenal istri dan anak-anaknya yang amat menyenangkan. Jadi, kukira tidak salah George Junus Aditjondro ketika menyebut bahwa tokoh orang Batak yang menyenangkan adalah Dr Victor Silaen dan Asmara Nababan.

Terlalu banyak kenangan yang kualami dengan Dr.Victor Silaen. Tetapi, aku harus tidur dulu karena besok pagi aku akan mengumpulkan KTP para sopir angkot teman-temanku di Srengseng Kebun Jeruk dan tukang ojek di sana. Mereka sahabat-sahabatku.

Eh….hampir lupa. Orang yang pertama menganjurkan aku program S3 adalah Dr. Victor Silaen. Tanda tangan beliau dan Prof.Tunggul Sirait yang merekomendasikan saya menjadi mahasiswa S3 di UNJ. Dan, pilihanku mahasiswa S3 adalah di IPB Bogor kaena S2 saya di IPB Bogor. Tapi, istriku meminta saya di Jakarta supaya tidak jauh dari kantornya. Dan, di UNJ jurusan yang cocok. Tapi, aku minta nasehat dari bang Victor Silaen. Dan, beliau mengatakan apa yang dibilang istriku benar. Buat apa lulus dari IPB sesuai keinginanmu tapi kesehatan dan komunikasi keluarga terganggu. Yang terpenting adalah karya-karyamu.

Tunjukkan karya-karyamu dan kuliah di UNJ saja. Lalu, tanda tangan rekomendasi dibubuhkan. Sekian dulu ya, karena saya akan mengumpulkan KTP besok pagi.


Surat Elektronik dari Bpk. M. Sabarudin Napitupulu

Salam kasih dan semangat,

Mempelajari usulan teman-teman, saya ingin mengutarakan pandangan saya sebagai berikut :

1. Saya setuju dengan pemikiran “kerucut”, yaitu strategi pemenangan elegan dengan pertimbangan kemungkinan yang lebih besar dan terfokus, dibandingkan dengan strategi “empat persegi panjang”, pasalnya adalah konstituen kita adalah sangat terbatas untuk memenuhi kriteria “Pemenang”.

2. Sebagai acuan untuk pemilihannya, saya mengusulkan pemilihan berdasarkan kriteria “3 H” yang baik dan teruji, yaitu yang memiliki Heart Set, Head Set dan Hand Set yang baik.

Untuk kedua hal di atas dan hasil pengamatan dari pendapat rekan-rekan, saya sampai pada kesimpulan

untuk mendukung Dr. Victor Silaen yang saya kenal baik untuk Konsistensi Kesaksian dalam Keluarga, Profesi dan Pelayanan serta Passion nya untuk Hukum, Keadilan dan Tatanan Masyarakat yang Lebih Bermartabat.

Salam kasih, semangat dan hormat

M. Sabarudin Napitupulu (MSN)


Salam hangat buat rekan-rekan,

Senang rasanya mendengar berita dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta bahwa Dr.Victor Silaen, MA resmi menjadi calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Provinsi DKI Jakarta.

Kami berterima kasih kepada rekan-rekan yang pernah mendukung dalam doa, dana dan daya. Khususnya bagi rekan-rekan yang memberikan dan mengumpulkan KTP beberapa waktu lalu, kita berjuang lagi untuk memberikan dukungan.

Untuk mengingatkan kembali, bahwa kita mendukung Dr.Victor Silaen dengan cara-cara yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Seperti komitmen awal kita, bahwa kita memberikan teladan bagaimana cara-cara berpolitik yang sehat. Sebab, kita yakin bahwa dengan cara-cara politik yang sehatlah bangsa kita memiliki kebijakan-kebijakan publik yang adil dan bermutu.

Tidak mungkin seorang politisi busuk menghasilkan kebijakan publik yang berkeadilan.

Ciri-ciri politik yang sehat adalah:

Partisipatif, artinya kita mendukung calon secara penuh. Kita dukung doa, dana dan daya. Calon yang kita dukung bekerja untuk memikirkan kebijakan publik secara adil. Bukan memikirkan biaya kampanye. Oleh sebab itu, kitalah yang memikirkan biaya kampanye itu. Dengan demikian, kita tidak lagi mendengar calon legislatif menjual rumahnya untuk biaya kampanye. Atau calon membuat perjanjian dengan pihak lain dengan tujuan tertentu (baca artiekl Yunus Husein di Suara Pembaruan kemarin sore). Cara-cara seperti itu saya pastikan tidak sehat. Pengejawantahan demokrasi adalah bukan mencalonkan diri dengan cara-cara menghabiskan dana pribadi untuk biaya kampanye. Tetapi masyarakat mencalonkan dari komunitasnya untuk menjadi pemimpin yang mampu menghasilkan kebijakan yang adil. Pemimpin harus mampu mengakomodasi kepentingan rakyat.
Transparan. Seluruh proses keuangan dan tindakan-tindakan calon dapat diakses siapapun dan apanpun. Kita sudah siap untuk itu. Seluruh keluhan masyarakat siap kita perjuangkan secara objektif dan rasional.
Orang yang kita calonkan harus bersikap sebagai pelayan rakyat. Dr.Victor Silaen telah membuktikan itu.
Dan lain sebagainya

Mengingat bangsa kita membutuhkan keteladanan dalam berpolitik, maka kita harusberjuang dan membayar harga untuk itu. Kita harus berani membayar harga.

Politik yang sehat, negara kita sehat. Orang bijak menghasilkan kebijakan yang adil.

Selamat berjuang
Gurgur Manurung

(salah satu pendukung Dr.Victor Silaen)


Rekan-rekan yang terhormat,

Banyak e-mail, telpon dan SMS yang menanyakan saya apa alasan saya mendukung Dr.Victor Silaen menjadi DPD RI?. Bukankah DPD tidak punya wewenang atau taring?.

Saya menjawab:
Pertama, Dr.Victor Silaen memilki kemampuan politik yang baik. Kemampuan politik yang baik membutuhkan legitimasi rakyat. Legitimasi rakyat merupakan nilai yang mata penting dalam demokrasi. Dengan legitimasi ini, beliau dapat mengambil peranan penting dalam pengambilan kebijakan negara.

Kedua, DPD merupakan celah yang teramat kecil untuk dimainkan dalam mengambil peran. Tetapi celah kecil itu harus dioptimalkan. George Junus Aditjondro selalu mendorong setiap orang yang pro demokrasi untuk mengoptimalkan celah demokrasi untuk berjuang bagi rakyat.

Ketiga, UUD 45 sangat mungkin di amandemen, khususnya peranan DPD.

Keempat. Jika berbicara legitimasi, maka DPD lebih terlegitimasi dibandingkan anggota DPR. Sebab, anggota DPD terpilih secara langsung. Seseorang menjadi anggota DPR dapat karena didorong suara di nomor urut berikutnya. Atau, kumpulan dari suara di partainya.

Dengan legitimasi dari rakyat dikombinasikan dengan kemampuan Dr.Victor Silaen berpolitik niscaya mampu memperjuangkan aspirasi rakyat.

Untuk lebih jelas perjuangan yang dilakukan Dr.Victor Silaen dapat dilihat di www.victorsilaen. com

Terima kasih,
Gurgur Manurung


Saya kira betul apa yang disampaikan teman-teman Aliteias, bahwa peran dan kedudukan DPD di masa mendatang sangat perlu ditingkatkan dan diperjuangkan, agar menjadi lebih kuat (bikameral, setara dgn DPR). Saya berharap, akan semakin banyak juga rekan-rekan anak bangsa/kristen anak bangsa dari segenap daerah di indonesia yang kredibel dan memiliki jejak rekam yang baik/bagus, dpt mengisi formasi DPD di tiap daerah sbg bentuk partisipasi politik kita sbg WN.

Terus berjuang Bung Victor utk DPD DKI.., juga mungkin teman2 di daerah2 lainnya yang punya visi misi dan berpartisipasi maju utk DPD. Kita berharap berdoa dan turut memperjuangkan, agar transformasi terjadi pada sistem dan personil/aleg di parlemen (DPR/D) terhubung dgn pemerintahan dan infrastruktur kepartaian (parpol) tanah air.

Salam
Hans Midas Simanjuntak:-)


Temans,

Inilah kondisi dilematis politik indonesia sekarang.

Di satu sisi, domain partai dan DPR/D yang punya posisi kedudukan kuat seperti sekarang dlm penyelenggaraan Negara di pusat dan di daerah, nyatanya justru keadaannya begitu merosot karena penyakit Korupsi, skandal seks selingkuh, judi dan kongkalikong yg menyakiti hati rakyat, membuat rakyat apatis - Golput makin banyak. Sementara di sisi lain, domain DPD yang mgkn saja kelak akan diisi oleh orang yang punya integritas dan mafhum tanggung jawab, namun kedudukan institusi DPDnya “terekayasa” tak lebih hanya sebagai “asesori pemantas” saja dalam penyelenggaraan negara.

Ada yang sangat urgen dibenahi disini.

Bagaimanapun, selamat Bung Victor yang mau berkiprah sebagai anggota DPD di wilayah DKI!

robert.hizkia
smg-indpr/9 Sept 2008


Yang perlu kita sadari, seorang anggota DPD RI mempunyai tugas (job description) , ruang lingkup kerja (daerah pelayanan) dan authority yang terbatas. Jadi kalau kita berharap, bahwa dengan seseorang yang
kita percaya dan cakap menjadi anggota DPD RI maka dia bisa merubah seluruh Indonesia sesuai angan2 dan kehendak kita, ya…jauhlah asap dari api.

Salam
Debbie Sianturi


Puji Tuhan untuk pencalonan resmi ini ya. Kita semua bersyukur dan gembira dengan berita baik ini. Mari terus kita doakan dan dukung, Tuhan tolong Bang Victor untuk bisa melihat visi yang dari Tuhan lewat dirinya dalam kapasitas politik yang Tuhan telah tunjukkan kepada kita semua. Kerinduan kita bersama Bang Victor semakin bisa memberi dampak dan ada suara kebenaran yang bergema dalam dunia politik bangsa ini. Tuhan juga tolong dan berkati semua keluarga (istri dan anak-anak) untuk selalu sepenuh hati mendukung dan menjadi sumber semangat dalam perjuangan bersama ini.

Selamat Bang Victor! Kami berdoa untukmu. Maju terus!
Tuhan berkarya dalam setiap kita yang benar-benar serius meminta agar karya Tuhan nyata dalam hidup dan kerja kita di keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Syalom.
Trinitati Saragih


Selamat atas pencalonan Dr Victor Silaen, kami doakan kepemimpinan yang baik di DKI.

Andi Gunawan Mulia
Singapore


Selamat berjuang Bang Victor,

Proses yang berat dan panjang sudah di depan mata. Kata orang, jangan berpolitik dulu kalau belum sejahtera secara ekonomi, atau jangan mencalonkan diri kalau tidak cukup dana buat kampanye, atau orang dengan sinis bilang “ga punya duit kok berani2nya jadi caleg”, apalah namanya yang kadang membuat kita down. Kadang keluarnya dari mulut anak2 Tuhan juga terhadap anak2 Tuhan yang lain, huh… ironis… (kalau begini kapan anak2 Tuhan mewarnai kehidupan politik Indonesia dan akhirnya berperan dalam proses pengambilan kebijakan?)

Tapi Bang, satu hal yang aku percaya, kalau Tuhan yang punya rencana apalah arti uang banyak, kalau Tuhan sudah pilih, siapa yang bisa menghalangi, kalau Tuhan di pihak kita siapakah lawan kita. Ini bukan kata2 bualanku, aku percaya banget dengan Firman Tuhan ini. Aku sih bukan ahli Alkitab Bang, atau orang yang taat2 banget beriman, tapi satu hal yang aku percaya, ketika Tuhan panggil, pastinya ada hal yang mau Tuhan ajarkan.

Pada akhirnya terpilih atau tidak terpilih, ada hal yang Tuhan mau bilang pada Bang Victor, saya dan semua anak2 Tuhan. Jangan takut berpolitik, jangan takut karena gak punya duit, dunia politik bukan hanya punya orang berduit. Itu yang salah kaprah, sehingga anak2 Tuhan yang ga punya duit tapi punya hati nurani yang bersih dan baik pada akhirnya ga berani terjun ke dunia ini. Orang yang punya duit ingin balik modal, wah kacau…

Terus orang akan bilang “tapi kita harus pintar berhitung”. Betul! Waktu Daud melawan Goliat bukannya Daud juga ga berhitung, dia berhitung bahwa kekuatannya tidaklah sama dengan kekuatan Goliat yang sudah diperlengkapi dengan pakaian dan alat2 perang dari tembaga dan besi. Daud ga mau pakai itu, karena kalau dia pakai pakaian yang sama maka dia bisa kalah karena keberatan dengan tubuh kecilnya. Dia pakai alat kecil, alat pelempar dengan batu2 kecil (yang sudah diasah ujungnya sehingga lancip dan tajam). Dia pakai alat yang tepat dan dilemparkan pada saat yang tepat dan pada tempat yang tepat yaitu di dahi Goliat. Goliat terjungkal dan mati.

Apalah artinya batu kerikil dibandingkan tameng, pedang dan pakaian perang? Bukan tandingannya sama sekali. Tapi semuanya tepat dan Tuhan di belakang kemenangan Daud. Aku percaya jika Tuhan bersama Abang, entah terpilih atau tidak terpilih, maka Abang adalah pemenang. Prosesnya akan memberi warna baru dalam hidup Abang dalam memaknai apa itu yang dinamakan politik praktis. Tahu dalam2nya, tahu curang2nya, tahu munafik2nya, tahu kubu2annya, akan tahu lebih banyak hal.

Nah setelah itu Bang, Abang jangan lupa ajarkanlah pada aku, kami semua anak2 Tuhan ini agar kami bisa lebih bijak dalam merespon tantangan politik Indonesia dan siap berpartisipasi dan berperan aktif, tujuannya bisa mewarnai pengambilan kebijakan di tingkat daerah sampai pusat. Bukan hanya menjadi penonton dan penggerutu karena kebijakan yang tidak bener tapi juga tidak bisa kasih solusi apa2.

Btw Bang, aku juga masuk jadi Caleg No.2 dari Partai Pemuda Indonesia (PPI) untuk Dapil Jateng III (Grobogan, Blora, Pati, Rembang), Caleg No. 1 di Dapilku adalah Ketua Umum-nya sendiri. Berkasku sudah lengkap dan sudah dimasukkan ke KPU, tapi masih dalam tahap verifikasi hasil perbaikan, jadi belum final. Kita saling mendoakanlah Bang. Lucu juga kalau aku cerita ke teman2 yang Kristen, mereka bilang “gila lu Re, duit dari mane?” Hehehehehe…memang gila, tapi bukan aku yang cari partai, tapi partai yang cari orang dan dapatlah aku, jadi aku percaya ini dari Tuhan, dan Tuhan mau aku belajar banyak hal, belajar bersama Ketua Umum…hehehehehe…bercanda Bang… dan yang pasti kalau Tuhan kita ga gila khan Bang… hehehehehe… Selamat berjuang Abangku. Ajari aku banyak hal. Aku baca dan koleksi tulisan2 Abang yang diemail ke milis alumni posa fisip kok, jadi dikit2 ngertilah betapa kritisnya Abang dan memang sudah waktunya orang sekritis Abang
mengakomodasi keinginan2 politik anak2 Tuhan. Hidup Bang Victor… Hidup Bang Victor… Hidup Bang Victor… hehehehe…

Salam
Renata Silalahi (rere)
Politik ‘94 FISIP UI


Selamat atas terpilihnya Dr. Victor Silaen sebagai Calon DPD RI.
Semoga bisa melaju terus hingga menjadi anggota DPD RI yang menjadi berkat bagi bangsa dan negara ini.

Saya setuju bahwa seorang Calon (Eksekutif maupun Legislatif) harus didukung oleh komunitasnya melalui doa, dana maupun daya.
Saya yakin kawan2 Tim Sukses Dr. Victor Silaen memiliki strategi yang matang dalam upaya melancarkan perjalanan Beliau ke kursi DPD RI, termasuk strategi dalam menggalang doa, dana dan daya.

Jika boleh menyarankan, alangkah baik jika ada informasi mengenai No. Rekening dan Contact Person yang bisa dihubungi sehingga saudara2 yang tergerak hatinya akan memberikan dukungan dana secara langsung.
Tentu saja Tim Sukses harus melaporkan perkembangan keuangan tersebut secara transparan pula kepada seluruh donatur maupun ke milist ini.

Salam Hangat
Indah Wilujeng


Yth. Pak Victor Silaen,

Saya berdoa, mendukung penuh dan bangga atas pencalonan Bapak ke kursi DPD. Perjuangan ke sana memang tidak mudah, ibarat meniti Puncak Cartensz. Tetapi bagi orang percaya tiada yang mustahil, bukan? Apalagi ketika sudah duduk di sana, amat banyak yang harus dilakukan dengan berbagai kesemrawutan yang terdapat di Republik ini. Saya rasakan itu, sebab saat beberapa bulan di staf ahli Baleg DPR, tampak benar betapa banyak yang harus dibenahi, termasuk para anggota legislatif kita sendiri.

Saya berharap, rekan-rekan sekalian ikut mematangkan visi dan misi Pak Victor, sehingga akan memperkuat visi dan misi pribadinya dalam rangka mempermuliakan Nama Tuhan.

Ok Pak Victor, maju terus, pantang mundur! Horas tondi madingin, pir tondi matogu!

Mompang L. Panggabean
Dosen FH UKI


Dear Bang Victor,
sepenuhnya saya mendukung anda untuk maju di dunia politik, khususnya melalui lembaga DPD ini. kalau abang sudah ada visi biar visi itu yang membawa abang maju.
kami tunggu action anda selanjutnya
sukses!!

Rudi Mulia


Horas,

Secara pribadi aku bangga ada perwakilan dari suku BATAK jadi calon DPD RI dari DKI Jakarta untuk periode 2009-2013 yad.

Benar sesuatu organisasi, institusi atau Satuan kerja seharusnya mempunyai visi dan misi. Kita sebagai anggota dari organisasi, institus dan satuan kerja tersebut harus mendukungnya. Bagaimana kalau kebijakan Pimpinan kita bertolakbelakang dengan hati nurani kita, apakah berani berseberangan dan vokal serta mengambil resiko untuk di recall? Hal inilah yang sulit dilakukan dalam organisasi baik dieksekutif maupun legislatif. Bagi saya yang terpenting adalah implementasinya di lapangan yakni mau peduli terhadap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat yang ditunjukkan dalam rapat/sidang atau media massa. Kinerja legislatif bukan dilihat dari jumlah UU yang dibuat tetapi dari kualitas/mutu UU tersebut. Apakah UU tersebut sudah menjangkau kepentingan masyarakat banyak. Janganlah seperti kata guru saya 25 tahun yang lalu, katanya “SEMAKIN BANYAK PERATURAN DIBUAT MENUNJUKKAN NEGARA ITU TIDAK TERATUR”. Kalau boleh buatlah peraturan yang “PEDULI TERHADAP MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN”

Harapan kami, Bapak Victor Silaen haruslah mempunyai integritas, bersikap independen, peduli kepada masyarakat serta berkarya bagi bangsa negara ini khususnya DKI Jakarta.

Selamat dan sukses.

LionS
lion simbolon


Iya sih pak, Memang benar visi dan misi yang rinci itu lebih diperlukan oleh seorang calon eksekutif (pres, gub, walikota/bupati) daripada seorang calon legislatif. Eksekutif adalah pelaksana, legislatif adalah pengawasnya. Namun hingga saat ini kan peran DPD masihlah belum diketahui fungsinya untuk bangsa ini. Tapi masuk APBN (nanya ngabisin duit dong). Mau di bilang kayak senator, bangsa kita masih satu kamar dibanding Amerika dan Inggris yang sdh jelas peranannya.

Saya sangat setuju apabila nantinya peran DPD dapat mendorong eksekutif untuk melaksanakan visi misinya secara konsisten selama periode kekuasaan mereka. Saya juga menghormati misi bapak utk mengawasi mereka secara ketat, jangan sampai terjadi penyimpangan. Dimana bapak akan membawa ke proses hukum dan ekspose ke media2 bila terjadi penyimpangan. Tapi seingat saya, blm ada kejadian atau masuk sejarah, DPD teriak2 secara konsisten apalagi terealisir.

Saya sangat sepakat apabila bapak memperjuangkan lembaga DPD setara dengan DPR, antara lain melalui Amandemen ke-5 UUD 45. Tapi paling tidak, bapak bisa menjelaskan atau mungkin bisa meyakinkan kami para member pustakalewi. Kenapa anda bisa kami anggap pantas menjadi anggota DPD? Dasar apa anda bisa yakin akan melakukan perubahan yang sedramatis itu?

Maaf Pak Victor atas kelancangan kata-kata saya itu. Tapi saya sudah mulai sebel juga sih dengan pertanyaan2 para member yang ditujukan langsung kepada saya atas pertanggungjawaban kampanye bapak di milis ini.

Tanpa mengurangi rasa hormat saya, kalo saya boleh titip pertanyaan pribadi nih pak, siapa yang wajib memilih bapak?

Kalo saya, karena member pustakalewi, yah milih bapak.

JBU

Hormat saya,
Toga Sidauruk.


Halo Rekan2 sekalian,

Saya pribadi selalu memberikan dukungan moral kepada Saudara/Saudari seiman yang berhasrat kuat untuk memperjuangkan keadilan dan kebenaran melalui jalur politik praktis. Dengan demikian mewakili aspirasi umat Kristen dalam bidang politik. Semakin banyak Saudara/i yang berperan aktif dalam lembaga legislative maupun lembaga eksekutif akan berdampak positif. Gemanya Kristen tidak hanya bergaung di kalangan kristen/gereja saja, tetapi gaung itu juga menembus bidang yang sekuler agar citra garam dan terang itu menembus ke segenap aspek epoleksosbud.

Saya sudah membaca beberapa artikel DR. Victor Silaen, MA dan juga mengenal baik Beliau sebagai Dosen baik di Institusi Theologia maupun di Universitas di Jakarta.

Selain keberaniannya menyatakan keadilan dan kebenaran baik secara langsung, maupun melalui tulisan2nya di media massa yang selain berbobot ilmiah (bidang politik) juga menyentuh kerinduan masyarakat bagi bangsa dan negara Indonesia.

Karena itu saya mendukung sepenuhnya, hasrat Beliau untuk DPD.

Selain itu, menghimbau Rekan2 sekalian untuk memberikan dukungan moral kepada Beliau.

Saya yakin, bahwa DR. Silaen, akan berperan semaksimal mungkin menyuarakan suara rakyat-melalui keanggotaannya di DPD.

Saya juga pernah tampil memberikan seminar bersama tokoh2 yang turut memperjuangkan reformasi seperti DR. Arief Budiman, Drs. Christianto Wibisono, juga dengan DR. Junus Adicondro pada tahun2 awal reformasi digulirkan ( 1998-1999) di California USA. Dan saya sependapat keberanian DR. Silaen mengkritik pemerintah maupun menyuarakan keadilan dan kebenaran adalah sama beraninya dengan ketiga tokoh tsb. Dan memang keberanian yang seperti itu yang diperlukan oleh bangsa dan negara Indonesia pada masa2 yang penuh keterpurukan saat ini.

Salam kami,
DR. Leonard Siregar
Upland-California


Selamat Bang Victor atas terpilihnya menjadi Calon DPD RI untuk Dapil Jakarta…

Maaf saya tidak bisa mendukung secara real, karena saya bukan warga Jakarta (saya masih terdaftar sebagai warga Depok)…

Tapi seperti juga saya lakukan dengan mengirimkan sejumlah surat pribadi on behalf my communities, mungkin juga saya bisa lakukan hal yang sama dengan Abang….

Mungkin mulai dengan sejumlah pertanyaan: (mungkin cakupannya disesuaikan dengan Dapil Abang)

1. Bagaimana Abang melihat Politik Lingkungan Hidup di Jakarta? Kebijakan penataan ruang hijau dan penanganan isu global warming?

2. Bagaimana Abang memandang Anak & Politik? Mengenai pemenuhan kebutuhan anak sebagai generasi masa depan kota/bangsa? Di Jakarta, dengan permasalahan anak jalanan misalnya.

3. Bagaimana Abang menelaah dunia pendidikan & politik? Di Jakarta, dengan permasalahan banyaknya buta aksara, sekolah yang tidak layak secara fasilitas maupun kinerja guru….

4. Bagaimana Abang meneropong dunia kesehatan & politik? Di Jakarta, misalnya kesulitan prasejahtera menggapai akses kesehatan dengan mudah?

Maaf sebelumnya Bang, kalau terlalu banyak bertanya… ini mumpung saya masih semangat hehehe, mengingat sudah banyak yang berkomentar: hush! jangan bicara soal itu; ah itu masalah sekunder,… bla bla bla… hal ini cukup banyak saya terima saat berdialog dengan orang2 partai…

Nah, Bang… mungkin Abang punya visi mengenai 4 hal di atas? bisa tolong di-sharing kan Bang?…. Mungkin saya bisa meneruskan visi Abang itu ke rekan-rekan saya di sejumlah komunitas terkait, sehingga mereka bisa kembali berharap…. (karena Tuhan, saya cukup aktif di sejumlah komunitas itu, dan cukup sudah melihat pesimisme yang ada…)

1. Mungkinkah lingkungan hidup tak tereksploitasi kepentingan ekonomi dan politik?
2. Mungkinkah dunia anak menjadi salah satu prioritas? Sampai kapan anak hanya menjadi komoditi politik?
3. Mungkinkah kesehatan dan pendidikan menjadi program utama kota/bangsa ini?

Bisakah semua itu menarik minat para politisi kita?

Terima kasih atas perhatian yang diberikan…

Yancen Piris
Alumni FISIP UI, penyiar RPK FM


Dear Yansen,

Saya coba menjawabnya, tapi singkat nggak apa-apa kan? Maklumlah, selain sibuk, bagi saya membuat visi dan misi yang indah-bagus itu relatif mudah. Yang sulit adalah mewujudkannya, karena selain dibutuhkan konsistensi dan ketangguhan, kita juga harus melihat seberapa besarnya peluang yang tersedia, juga prosedur-mekanisme di kelembagaan DPD nantinya. Satu hal lagi, yang justru lebih perlu membuat visi dan misi itu adalah eksekutif (presiden, gubernur, walikota/bupati). Kalau legislator kan, yang terutama, adalah fungsi pengawasannya, anggarannya, dan legislasinya.

Jadi, kalau saya ditanya soal visi, maka yang terutama dan urjen adalah membuat kelembagaan DPD setara kuatnya dengan DPR. Untuk itu misi saya adalah menggalang kerjasama seluas-luasnya dengan seluruh anggota DPD, kalangan akademisi, ornop, dan pers demi mendukung Amandemen ke-5 terhadap UUD 45 yang di dalamnya, antara lain, ada pasal khusus yang isinya tentang penguatan DPD itu tadi. Pasal-pasal lainnya, kalau amandemen itu jadi, adalah tentang kebebasan beribadah dan membangun rumah ibadah (supaya lebih tegas dari yang sekarang), dan… (kita lihatlah nanti).

1. Bagaimana Abang melihat Politik Lingkungan Hidup di Jakarta? Kebijakan penataan ruang hijau dan penanganan isu global warming?

Perluasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dilaksanakan Gubernur Fauzi patut didukung, tapi dengan catatan “tanpa harus menggusur komunitas manapun, atau kalaupun terpaksa menggusur, dilaksanakan tanpa kekerasan dan terlebih dulu disepakati ganti-untungnya”. Terkait itu pula pembangunan mal-mal atau gedung-gedung bisnis-perkantoran harus dibatasi dengan ketat.

2. Bagaimana Abang memandang Anak & Politik? Mengenai pemenuhan kebutuhan anak sebagai generasi masa depan kota/bangsa? Di Jakarta, dengan permasalahan anak jalanan misalnya.

Soal ini saya kira dimasukkan saja ke pendidikan, dari tingkat dasar sampai menengah atas. Terkait itulah maka lembaga-lembaga atau kelompok-kelompok yang menyelenggarakan pendidikan nonformal harus didukung sepenuhnya, termasuk melalui anggaran pemerintah.

3. Bagaimana Abang menelaah dunia pendidikan & politik? Di Jakarta, dengan permasalahan banyaknya buta aksara, sekolah yang tidak layak secara fasilitas maupun kinerja guru….

Itu dia, seperti jawaban di atas, anggaran pemerintah juga harus menjangkau lembaga-lembaga atau kelompok-kelompok yang menyelenggarakan pendidikan nonformal. Untuk itu maka Program Wajib Belajar 9 Tahun betul-betul harus diawasi pelaksanaannya agar semua anak usia sekolah dapat dijangkau melalui program ini.

Terkait itu, saya saat ini berada di Dewan Pembina Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sekolah. Saya akan bekerja sama dan mendorong agar lembaga ini bekerja keras memantau pelaksanaan Wajib Belajar itu, juga mendorong agar banyak orang yang bersedia menjadi mitra kerja LBH Sekolah ini, termasuk di luar Jabodetabek.

4. Bagaimana Abang meneropong dunia kesehatan & politik? Di Jakarta, misalnya kesulitan prasejahtera menggapai akses kesehatan dengan mudah?

LBH Sekolah bermitra dengan LBH Kesehatan dan ornop-ornop lainnya. Saya juga akan bekerja sama dengan LBH Kesehatan dan ornop-ornop lainnya dalam memantau kerja rumah sakit (RS) pemerintah dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan yang sebaik-baiknya, khususnya kepada orang-orang yang kesulitan biaya. Prinsipnya, tidak boleh ada RS Umum/Daerah yang menolak memberikan pelayanan kesehatan bagi orang-orang yang tidak mampu tersebut.

Maaf Yansen, kalau jawaban saya kurang memuaskan. Bagi saya, kalau Tuhan berkenan menempatkan saya di DPD nanti, yang penting adalah: mengawasi pemerintah dalam semua gerak dan langkah mereka. Jangan sampai mereka menyimpang dari visi dan misi mereka yang indah dan bagus itu (sewaktu kampanye 2007). Jangan sampai terjadi ketidakadilan terhadap satu atau banyak pihak di masyarakat, jangan sampai kepentingan rakyat dikalahkan oleh kepentingan bisnis, dan lainnya. Pendeknya, kebenaran, keadilan, dan kebaikan berdasarkan UUD 45 dan Pancasila, itulah yang niscaya saya perjuangkan. Jangan lupa, saya kan tidak bekerja sendirian nanti. Selain ada anggota-anggota DPD yang lain, tentu ada pula kalangan akademisi, ornop, komunitas ini dan itu, dan pihak-pihak lainnya, yang niscaya kerap diundang untuk memberi masukan tentang berbagai hal.

Salam
Victor Silaen


Dear Bang Victor…

Terima kasih atas tanggapan yang diberikan. Singkat, Jelas & Padat, juga Proporsional menempatkan diri Abang sebagai legislator… Salute!

Selanjutnya…
——————————————————–
1. Bagaimana Abang melihat Politik Lingkungan Hidup di Jakarta? Kebijakan penataan ruang hijau dan penanganan isu global warming?
Perluasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dilaksanakan Gubernur Fauzi patut didukung, tapi dengan catatan “tanpa harus menggusur komunitas manapun, atau kalaupun terpaksa menggusur, dilaksanakan tanpa kekerasan dan terlebih dulu disepakati ganti-untungnya”. Terkait itu pula pembangunan mal-mal atau gedung-gedung bisnis-perkantoran harus dibatasi seketat mungkin.
- Spirit yang baik untuk disosialisasikan, karena saat ini spirit semacam ini cuma jadi jargon politik semata… kami seakan letih menghadapi kebebalan mereka, tapi perjuangan tak putus dan selalu mendapat amunisi dari sahabat-sahabat yang peduli terhadap penanganan tanpa kekerasan bagi saudara-saudara prasejahtera Jakarta….
Untuk ini, ijinkan saya mendorong spirit Abang untuk juga diamini sahabat-sahabat prasejahtera… saya rasa mereka akan tertarik dengan komitmen Abang ini…

2. Bagaimana Abang memandang Anak & Politik? Mengenai pemenuhan kebutuhan anak sebagai generasi masa depan kota/bangsa? Di Jakarta, dengan permasalahan anak jalanan misalnya.
Soal ini saya kira dimasukkan saja ke dalam pendidikan, dari tingkat dasar sampai menengah atas. Terkait itulah maka lembaga-lembaga atau kelompok-kelompok yang menyelenggarakan pendidikan nonformal harus didukung sepenuhnya, termasuk melalui anggaran pemerintah.
- Menarik sekali sebagai awal… dan sepanjang saya ikut mengamati pergulatan baik calon maupun yang sudah menjadi anggota DPD (sejak lembaga ini disahihkan), sedikit yang bicara soal komitmen dukungan terhadap pengelolaan jaringan pendidikan nonformal buat anak jalanan…. bukan untuk apa-apa, tapi setidaknya ungkapan presiden kita sekarang, dengan Bersama Kita Bisa!… itu ada benarnya.. semua element bergerak bersama demi kemaslahatan bersama pula… di sini yang pentingkan keseimbangan, bukan kelebihan…
3. Bagaimana Abang menelaah dunia pendidikan & politik? Di Jakarta, dengan permasalahan banyaknya buta aksara, sekolah yang tidak layak secara fasilitas maupun kinerja guru….
Itu dia, seperti jawaban di atas, anggaran pemerintah juga harus menjangkau lembaga-lembaga atau kelompok-kelompok yang menyelenggarakan pendidikan nonformal. Untuk itu maka Program Wajib Belajar 9 Tahun betul-betul harus diawasi pelaksanaannya agar semua anak usia sekolah dapat dijangkau melalui program ini.
Terkait itu, saya saat ini berada di Dewan Pembina Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sekolah. Saya akan bekerja sama dan mendorong agar lembaga ini bekerja keras memantau pelaksanaan Wajib Belajar itu, juga mendorong agar banyak orang yang bersedia menjadi mitra kerja LBH Sekolah ini, termasuk di luar Jabodetabek. Jangan sampai Program Wajib Belajar 9 Tahun ini tidak berjalan secara merata atau diselewengkan anggarannya.
-Menarik. Apalagi pemerintah yang tinggal berusia beberapa bulan saja ini, sudah berikrar tidak akan menggratiskan pendidikan dasar… tragis memang…. dana besar pun tetap tak menjamin pendidikan gratis buat rakyat….

4. Bagaimana Abang meneropong dunia kesehatan & politik? Di Jakarta, misalnya kesulitan prasejahtera menggapai akses kesehatan dengan mudah?
LBH Sekolah bermitra dengan LBH Kesehatan dan ornop-ornop lainnya. Saya tentu juga akan bekerja sama dengan LBH Kesehatan dan ornop-ornop lainnya dalam memantau kerja rumah sakit (RS) pemerintah dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan yang sebaik-baiknya, khususnya kepada orang-orang yang kesulitan biaya. Prinsipnya, tidak boleh ada RS Umum/Daerah yang menolak memberikan pelayanan kesehatan bagi orang-orang yang tidak mampu tersebut.
Salute bang… sepertinya arah perjuangan kita sama untuk DKI Jakarta… mudah-mudahan saya bisa membantu mendorong komitmen yang ada… ya setidaknya di kalangan sahabat-sahabat/ komunitas yang terkait dengan pertanyaan2 saya di atas…
Terima kasih dan kiranya Tuhan memberkati…

Yancen Piris

  • Tools & Widget


    Victor Silaen Feedburner
    Statistik Blog
    Add to Technorati Favorites
    Political Activism Blogs - BlogCatalog Blog Directory
    Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free!
    Join My Community at MyBloglog!