Dimuat pada Harian Pelita, 10 Agustus 2011
Pers Indonesia sebagai “Watchdog”
Oleh Victor Silaen
Dinamika proses politik Indonesia yang berjalan dari era ke era akhirnya mengantar kita pada suatu era baru yang kerap disebut sebagai Era Reformasi. Seiring perubahan politik tersebut, sistem pers pun berubah kian bergairah. Kebebasan untuk memberitakan, juga berekspresi dan [...]
Rangkuman Tulisan dan Pemikiran Seorang Victor Silaen (VS)
Victor Silaen’s Page
» Currently browsing: Komunikasi
Pers Indonesia sebagai “Watchdog”
Suka “Curcol”
Telah dimuat pada Majalah Forum Keadilan No. 15/1-7 Agustus 2011
Suka “Curcol”
Oleh Victor Silaen
Untuk ke sekian kalinya presiden pilihan langsung rakyat itu memperlihatkan bahwa dirinya selaku pemimpin memang agak lamban. Ini bukan soal kapasitas, kapabilitas atau kompetensi, melainkan soal karakter. Dan kita terheran-heran sekaligus menyayangkan, mengapa ia kerap gamang dan ragu [...]
Peran PGI di Tengah Karut-marut Indonesia
Dimuat pada Majalah Berita Oikumene, edisi Mei 2011
Peran PGI di Tengah Karut-marut Indonesia
Oleh Victor Silaen
Tak lama lagi Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) akan genap berusia 61 tahun. Usia yang telah cukup tua untuk sebuah organisasi. Tetapi, mengapa tak cukup banyak umat Kristen di Indonesia yang sudah mengenal PGI dengan baik? [...]
Bila Pemerintah Tanpa Surat Kabar
Dimuat pada Harian Investor Daily, edisi 12-13 Maret 2011
Bila Pemerintah Tanpa Surat Kabar
Oleh Victor Silaen
Hubungan antara pemerintah dan pers itu seperti gelombang: naik-turun, tapi juga sekaligus tak pernah pernah terputus. Keduanya saling membutuhkan. Pernyataan Sekretaris Kabinet Dipo Alam soal boikot media telah mengundang kontroversi dari berbagai kalangan di masyarakat. Selain mengecam, Dipo juga mengajak [...]
Bencana dan Belajar Etika
Dimuat pada Harian Jurnal Nasional, 11 November 2010
Bencana dan Belajar Etika
Oleh Victor Silaen
Kepergian Gubernur Sumbar Irwan Prayitno ke Jerman, 3 November lalu, langsung disambut kritik dari sana-sini. Tindakan Irwan menunjukkan minimnya etika seorang pemimpin. Pasalnya, rakyat Irwan di Kabupaten Mentawai hari-hari ini sedang dilanda bencana gempa bumi dan tsunami. Di [...]
Tantangan Kapolri Baru
Dimuat pada Harian Seputar Indonesia, 2 November 2010
Tantangan Kapolri Baru
Oleh Victor Silaen
DPR akhirnya menyetujui pengangkatan Komjen (Pol) Timur Pradopo sebagai Kapolri baru. Dalam rapat paripurna pembahasan hasil uji kelayakan, 19 Oktober lalu, tak satu pun ada interupsi yang biasanya dilakukan anggota dewan. Komisi III hanya berpesan agar Timur membawa [...]
Menggulingkan SBY
Telah dimuat pada Majalah Forum Keadilan No. 26/25-31 Oktober 2010
Menggulingkan SBY
Oleh Victor Silaen
Isu penggulingan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bergulir sejak beberapa waktu lalu, tapi mencapai klimaksnya pada 20 Oktober lalu, tepat setahun ia menjadi Orang Nomor 1 di republik ini untuk kedua kalinya. Lalu, bagaimana hasilnya? SBY bergeming, [...]
Stok Teroris yang Tak Pernah Habis
Dimuat pada Harian Jurnal Nasional, 10 Agustus 2010
Stok Teroris yang Tak Pernah Habis
Oleh Victor Silaen
Setelah kedua gembong teroris tewas di tangan Densus 88, yakni Noordin M. Top (17/09/2009) dan Dulmatin (9/03/2010), pada 23 Juni lalu Abdullah Sonata, penyuplai senjata logistik untuk jaringan teroris, berhasil dibekuk di Klaten. Sebelumnya, pertengahan [...]
Politik Pencitraan dan Patronase Politik
Politik Pencitraan dan Patronase Politik
Oleh Victor Silaen
Tak disangka-sangka Anas Urbaningrum (AU) berhasil menjadi Ketua Umum Partai Demokrat (PD) dalam Kongres II PD di Padalarang 23 Mei lalu. Tak disangka-sangka pula Andi Malarangeng (AM) kalah telak. Betapa tidak. Dari segi pencitraan, AM punya modal yang jauh lebih besar dibanding AU. Sebutlah, antara [...]
SBY dan PO Box 9949
Dimuat pada Harian Sinar Harapan, 7 Desember 2009
SBY dan PO Box 9949
Oleh Victor Silaen
Dalam mengelola citra-diri, harus diakui SBY lebih piawai ketimbang presiden-presiden sebelumnya. Boleh jadi karena ia sadar betul bahwa bagi seorang pemimpin politik, pencitraan jauh lebih penting daripada kinerja.
Amatilah, misalnya, apa yang [...]


