Tanggapan atas artikel “Kwik Kian Gie for President” di situs Kabar Indonesia
Kwik Kian Gie (KKG) bukan tipikal pemimpin yang berani. Beberapa tahun silam, waktu dia mengkritik Depkeu, lalu diancam untuk digugat kalau tidak minta maaf, KKG pun segera minta maaf dan menarik kembali tulisannya yang bersubstansi mengkritik itu.
KKG sendiri pernah bilang, dalam sebuah wawancara terkait calon presiden mendatang, kira-kira begini: “Saya ini siapalah, saya kan harus tahu diri….”
Saya menangkap makna khusus dalam ucapannya saat itu, bahwa yang dimaksud KKG adalah: “Saya ini kan Tionghoa dan bukan muslim.”
Wah, kalau dia sendiri tidak pe-de, ya lebih baik tidak usah dicalonkan. Pemimpin kan harus tampil berwibawa, ya kan?
Dengan segala hormat saya kepada KKG, saya ingin mengatakan bahwa kita tidak hanya membutuhkan pemimpin yang cerdas (seperti KKG), tetapi juga yang berani menghadapi risiko, apalagi terhadap para preman berlabel agama yang diprediksi akan terus marak di masa-masa mendatang. Bagaimana nanti kira-kira KKG akan menyikapi suara-suara lantang oposisi para preman berlabel agama itu? Saya terus-terang tidak bisa membayangkannya, jika KKG yang menjadi presiden.
Kita sudah lelah menyaksikan SBY yang Selalu Bimbang Ya, alias tak punya nyali. Untuk itu ke depan kita memerlukan pemimpin yang punya nyali. KKG rasanya tidak memenuhi kriteria itu.
Tapi, itu pendapat saya. Silakan saja bagi yang berbeda.]



Pak Victor,
Saya sangat setuju dengan hal ini.
Saya setuju, seorang pemimpin hendaknya punya wibawa, nyali dan mampu mempertahankan prinsip.
Seperti yang kita ketahui sekarang ini, bangsa kita ini adalah bangsa yang salah urus,
berdiri pada pondasi yang salah, riak ini juga sampai kepada para pemimpin-pemimpin negara
yang hanya mementingkan kepetingan dirinya sendiri dan golongannya.
Betapa malunya Negara Indonesia setelah Terbongkarnya kasus korupsi yang dilakukan oleh
Seorang Jaksa (Urip), harusnya dialah menjadi pilar yang menopang berdirinya benteng
demokrasi yang baru kita gelar, seharusnya dia harus memberikan teladan kepada masyarakat indonesia.
Tapi lihat, apa yang telah di torehkan beliau dilembar sejarah indonesia, beliu telah menorehkan warna kelam yang sangat pekat pada proses demokrasi di indonesia.
Seorang pemimpin hendaknya memiliki Kredibilitas yang tinggi, mampu menjalankan nilai-nilai
yang berlandaskan pancasila. Sistem nilai yang baik tersebut hendaknya diajarkan kepada para pemimpin kita,
kita tidak tahu apakah mereka bercermin pada cermin yang salah atau mungkinkah ada indikasi lain
kita tidak tahu.
yang pasti pada pemili tahun 2009 nanti, kami bangsa indonesia menginginkan seorang
pemimpin yang mampu mempertahankan prinsip, punya nyali.
pemilu 2009 nanti akan menjadi sejarah bagi proses berlangsungnya demokrasi di indonesia.
Pemilu 2009 nanti diharapkan melahirkan seorang pemimpin yang berjiwa demokrasi, bebas KKN,
punya moral, punya kredibilitas yang tinggi, punya kemauan untuk merubah indonesia menjadi lebih baik.
Akhir kata saya mengucapkan terima kasih, dan juga turut mendukung bp. victor silaen menjadi anggota DPR,
Doing the truth, Semoga tuhan memberkati.
Oleh : Rado Habeahan
Asal : Pangururan-Samosir.
HORAS
Iya saya kira juga demikian, bangsa ini juga butuh pemimpin yang sedikit gaya “preman” bang..karena dah terlalu banyak orang yang gak tahu malu dan sok kuasa, jadi kadang-kadang perlu dihadapi dengan “keras” dalam kasih..Galatia 6:1.
Dengan tidak mengurangi rasa hormat ,Yang dimaksud dengan kriteria pemberani seperti apa yang menurut Pak Victor Silaen? dan bisa Anda memberikan tokoh yang masih ada yang menurut ANDA sebagi pemberani?
Thanks,
Victor
Kapan ada pemimpin yang punya nyali?
Banyak kecurangan, pembiaran kepada ketidak adilan, malah mendukung.
Anggota KPU yang non muslim apa ada? Ini tidak fair.
Jangankan Capres yang bergama non-muslim, istri cawapres budiono yang hanya diissukan saja beragama non muslim, indonesia sudah “GEMPAR”. Artinya apa ? di Indonesia ini, sepertinya salah kalau pejabatnya (baca : calon pejabat/isteri pejabatnya) non muslim, apa itu benar ? mari kita introspeksi diri kita sendiri, oleh karena itu tidak usahlah kita langsung menyalahkan KKG.
Saya ini kan Tionghoa dan bukan muslim, ini hanya intepretasi bukan sesuatu yg dikatakn oleh KKG secara definitif, intepretasi mungkin salah. saya justru menangkap nada ironi pada pernyataannya. Klo KKG tidak punya nyali dia tidak akan terang2an mengkritik pemerintah, KKG sangat vokal dan kritis terhadap pemerintahan sekarang. KKG mungkin mt maaf karena menyadari apa yg dikatakannya salah, meminta maaf secara publik membutuhkan nyali yang besar. Lee kuan yew jg pnh mt maaf kepada habibie karena pernyataannya yg meremehkan habibie dan ketika terbukti salah dia tidak segan meminta maaf.
Di semua peristiwa ada manfaatnya. Di setiap peluang ada strateginya. Bagaimana menjadi orang/komunitas yg berpengaruh dilihat dari integritasnya.
[...] link [...]